Sabtu, 08 Juni 2013

waktu sebelum terang

waktu itu, waktu sebelum terang, langit masih dibalut gelap.
kadang sulit untuk membayangkan, apa yang dirasakan sang langit saat direngkuh sang gelap.
Hangat kah? Atau justru dingin tak tertahan?

Namun, mungkinkah sang langit mau? bermalamkan dingin dengan balutan gelap disetiap harinya? Yang biasanya hangat ditemani sang mentari, membantu manusia menjalankan misi.

kadang sering berfikir, ketika jari-jari ini menari menuliskan bait cerita, benarkah sang gelap segelap itu? lalu mengapalah sang langit tetap sabar direngkuh olehnya?

atau mungkin, hanya kedua mata ini yang tidak mengetahui kebenarannya?


lalu didengarnya lah cerita masa lampau
ketika sang langit diberi saat untuk bicara

---
Sang langit unjuk bicara

"aku direngkuh sang gelap tiap malamnya, rasanya dingin."

lalu ditanyakan lagi oleh sang pohon

"lalu mengapa engkau masih mau bertahan setiap malamnya?"

sang langit diam sebentar, lalu berangsur-angsur tersenyum

"Karena aku tahu mengapa sang gelap merengkuhku."

"Mengapa? Bukankah lebih hangat bermandikan cahaya sang mentari?"

lagit-lagi sang pohon sangat penasaran

"Ia merengkuhku untuk menjagaku dari teriknya sang mentari"

"Sehingga nanti, ketika sang gelap mulai berangsur-angsur pergi"

"Aku sudah kuat untuk bergelut dengan mentari"

---