teruntuk kamu yang berharga disana
kamu datang kembali, dengan gaya khas-mu yang ku kenali
mengapa kamu datang kembali? tanya-ku berulang kali
kamu datang kembali membuat-ku berseri-seri
tapi aku tahu kau telah pergi berkali-kali
kedatanganmu mewarnai hari
yang selama ini semu sekali
bunga-bunga ku mekar kembali
pelangi-ku berwarna lagi
tapi setiap kepulanganmu
aku selalu teringat kepergianmu
mungkin aku yang terlalu lugu
dalam ketakutan-ketakutanku
atau memang kau tak selayaknya ditunggu
dan diterima dalam kepulanganmu
berulang kali aku berjanji
aku tak akan kembali padamu
aku terlalu lelah bergelut dengan gelisah
berulang kali pula aku berubah
menjadi dandelion yang tertiup angin
saat kau memanggil namaku
aku ingin pulang katamu
ini usaha terakhirku katamu
fikirkan baik-baik katamu
aku ingin kau kembali
dan tak pergi lagi
namun apa yang kunjung kau beri
kepergianmu lagi dan lagi
lalu kusadari
pulang itu tak berarti kembali
dan pergi belum tentu menghilang
tertuntuk kamu yang berharga
kembali tak pernah mengenal akhir
jikalau ia bertemu akhir
berarti kau tak kembali.
Sabtu, 28 Desember 2013
senja
kamu tahu? kabar-kabar nya senja dapat menyampaikan kabar
entah itu kabar bahagia atau hanya bisa menggelisahkan saja
kabar-kabar yang disampaikan senja bisa terkabar dengan cepat
tapi tak semua kabar bisa dikabarkan-nya
dahulu sesungguhnya
senja kabarnya memilah-milah yang mana yang ia kabarkan
yang mana pula yang ia anggurkan
kabar-kabarnya senja benci kabar yang menggelisahkan
katanya kabar-kabar itu tak pantas dikabarkan
dan senja pun bertanya-tanya
pada sang pemberi kabar gelisah
mengapa harus ada kabar-kabar yang menyedihkan
bila kabar-kabar bahagia memang ada
tapi kalau kau tak mengenal gelisah
kau tak bisa rasakan bahagia
entah itu kabar bahagia atau hanya bisa menggelisahkan saja
kabar-kabar yang disampaikan senja bisa terkabar dengan cepat
tapi tak semua kabar bisa dikabarkan-nya
dahulu sesungguhnya
senja kabarnya memilah-milah yang mana yang ia kabarkan
yang mana pula yang ia anggurkan
kabar-kabarnya senja benci kabar yang menggelisahkan
katanya kabar-kabar itu tak pantas dikabarkan
dan senja pun bertanya-tanya
pada sang pemberi kabar gelisah
mengapa harus ada kabar-kabar yang menyedihkan
bila kabar-kabar bahagia memang ada
tapi kalau kau tak mengenal gelisah
kau tak bisa rasakan bahagia
Hari ini
Hari ini hujan
lumayan deras
tapi tidak terlalu berangin
aku terduduk
di pojok kanan
tempat kesukaanku
di hari ini
aku melihat
air-air yang turun
dari awan yang menangis
banyak sekali
hari ini hujan
ternyata sangat deras
lalu kusadari
hujan-ku tak pernah berhenti
lumayan deras
tapi tidak terlalu berangin
aku terduduk
di pojok kanan
tempat kesukaanku
di hari ini
aku melihat
air-air yang turun
dari awan yang menangis
banyak sekali
hari ini hujan
ternyata sangat deras
lalu kusadari
hujan-ku tak pernah berhenti
terakhir
banyak yang berucap ini akhir
ini yang terakhir
ini paling akhir
dengarlah yang terakhir
tapi apakah akhir itu ada?
kecuali saat nyawa tidak bersatu dengan raga?
mereka membuat batas
mereka pula yang berteriak keras
lalu mengapa mereka masih memaksa?
mengapa tak dihilangkan saja?
mengapa harus mempertahankan emosi semata?
pada akhirnya mereka akan kalah
dan menjilat apa yang telah diucapkan.
ini yang terakhir
ini paling akhir
dengarlah yang terakhir
tapi apakah akhir itu ada?
kecuali saat nyawa tidak bersatu dengan raga?
mereka membuat batas
mereka pula yang berteriak keras
lalu mengapa mereka masih memaksa?
mengapa tak dihilangkan saja?
mengapa harus mempertahankan emosi semata?
pada akhirnya mereka akan kalah
dan menjilat apa yang telah diucapkan.
Minggu, 06 Oktober 2013
Bergelut Dengan Malam
Aku bergelut dengan malam
Bergelut rahasia
Rahasia yang kusimpan rapat
Dengan siang yang bising
Namun malam yang diam
Menjabarkan itu perlahan
Aku tak bisa menatap
Dalam kegelapan malam
Tapi aku bisa mengirim rindu
Lewat heningnya malam
Berganti malam
Malam berganti, menjadi pagi
Menjadikannya lagi itu sore
Lalu kembali malam
Diantara pergantian malam
Banyak kata mengalir
Satu persatu terucap
Namun tak luput kebisuan
Diantara pergantian malam
Ada yang mengucap janji
Ada pula yang mengingkari
Ada yang berdiri berdua
Ada yang terpisah sendiri
Akhirnya malam tiba lagi
Datang memberi jawaban
Pada yang bertanya-tanya
Datang membawa rindu
Pada yang merindu
Dan kisah ini tak akan pernah berakhir
Karena malam selalu berganti
Menjadikannya lagi itu sore
Lalu kembali malam
Diantara pergantian malam
Banyak kata mengalir
Satu persatu terucap
Namun tak luput kebisuan
Diantara pergantian malam
Ada yang mengucap janji
Ada pula yang mengingkari
Ada yang berdiri berdua
Ada yang terpisah sendiri
Akhirnya malam tiba lagi
Datang memberi jawaban
Pada yang bertanya-tanya
Datang membawa rindu
Pada yang merindu
Dan kisah ini tak akan pernah berakhir
Karena malam selalu berganti
Sabtu, 08 Juni 2013
waktu sebelum terang
waktu itu, waktu sebelum terang, langit masih dibalut gelap.
kadang sulit untuk membayangkan, apa yang dirasakan sang langit saat direngkuh sang gelap.
Hangat kah? Atau justru dingin tak tertahan?
Namun, mungkinkah sang langit mau? bermalamkan dingin dengan balutan gelap disetiap harinya? Yang biasanya hangat ditemani sang mentari, membantu manusia menjalankan misi.
kadang sering berfikir, ketika jari-jari ini menari menuliskan bait cerita, benarkah sang gelap segelap itu? lalu mengapalah sang langit tetap sabar direngkuh olehnya?
atau mungkin, hanya kedua mata ini yang tidak mengetahui kebenarannya?
lalu didengarnya lah cerita masa lampau
ketika sang langit diberi saat untuk bicara
---
Sang langit unjuk bicara
"aku direngkuh sang gelap tiap malamnya, rasanya dingin."
lalu ditanyakan lagi oleh sang pohon
"lalu mengapa engkau masih mau bertahan setiap malamnya?"
sang langit diam sebentar, lalu berangsur-angsur tersenyum
"Karena aku tahu mengapa sang gelap merengkuhku."
"Mengapa? Bukankah lebih hangat bermandikan cahaya sang mentari?"
lagit-lagi sang pohon sangat penasaran
"Ia merengkuhku untuk menjagaku dari teriknya sang mentari"
"Sehingga nanti, ketika sang gelap mulai berangsur-angsur pergi"
"Aku sudah kuat untuk bergelut dengan mentari"
---
kadang sulit untuk membayangkan, apa yang dirasakan sang langit saat direngkuh sang gelap.
Hangat kah? Atau justru dingin tak tertahan?
Namun, mungkinkah sang langit mau? bermalamkan dingin dengan balutan gelap disetiap harinya? Yang biasanya hangat ditemani sang mentari, membantu manusia menjalankan misi.
kadang sering berfikir, ketika jari-jari ini menari menuliskan bait cerita, benarkah sang gelap segelap itu? lalu mengapalah sang langit tetap sabar direngkuh olehnya?
atau mungkin, hanya kedua mata ini yang tidak mengetahui kebenarannya?
lalu didengarnya lah cerita masa lampau
ketika sang langit diberi saat untuk bicara
---
Sang langit unjuk bicara
"aku direngkuh sang gelap tiap malamnya, rasanya dingin."
lalu ditanyakan lagi oleh sang pohon
"lalu mengapa engkau masih mau bertahan setiap malamnya?"
sang langit diam sebentar, lalu berangsur-angsur tersenyum
"Karena aku tahu mengapa sang gelap merengkuhku."
"Mengapa? Bukankah lebih hangat bermandikan cahaya sang mentari?"
lagit-lagi sang pohon sangat penasaran
"Ia merengkuhku untuk menjagaku dari teriknya sang mentari"
"Sehingga nanti, ketika sang gelap mulai berangsur-angsur pergi"
"Aku sudah kuat untuk bergelut dengan mentari"
---
Langganan:
Postingan (Atom)