Ia datang, langsung duduk di meja kesukaan-nya. Ditemani coklat panas dan kue kering.
Selalu terlihat menunggu, dan menunggu. Entah kehadiran siapa yang ia tunggu.
Aku mengamati dari 3 meja disamping-nya. Sambil ditemani koran yang baru kubeli dari penjual koran di lampu merah.
Selalu terlihat mengamati, dan mengamati. Mengamati kehadiran-nya.
Ia biasanya menghabiskan sekitar 3 jam disana. Hanya duduk di meja-nya tanpa memesan apa-apa lagi.
Seperti sudah cukup puas dengan pesanan awal-nya. Jadi ia hanya bergelut dengan fikiran-nya.
Aku biasanya menghabiskan sekitar 4 jam disini. Seringkali aku terlihat memesan beberapa makanan atau minuman, tidak hanya duduk di meja.
Aku seperti tidak puas dengan pesanan awal-ku. Dan tidak hanya bergelut dengan fikiran-ku.
Tidak seperti biasanya hari ini ia datang tanpa membawa apa-apa, hanya dompet kecil di tangan kiri-nya.
Tapi aku tetap seperti biasanya, datang dengan barang bawaan-ku.
Tapi iya tetap memesan coklat panas dan kue kering. Namun tanpa apa-apa, ia hanya memandangi jendela besar. Melihat mereka yang sibuk berjalan.
Dan aku kali ini aku mengangganti makanan kesukaan-ku dengan menu baru. Aku sibuk membaca berita dari koran yang baru kubeli pagi tadi.
Kali ini entah karena kedatangan dewi fortuna, ia menatap-ku.
Dan aku balas menatap-nya, lama.
Ia mengerjapkan mata beberapa kali, seperti menahan air yang akan turun di pipi-mu.
Tapi aku tetap menatap-mu, lama, tanpa berkedip.
Akhirnya sampai di titik dimana ia membuka mulut-nya, memanggil-ku perlahan namun cukup jelas untuk kudengar.
"Tolong jangan pergi lagi"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar