teruntuk kamu yang berharga disana
kamu datang kembali, dengan gaya khas-mu yang ku kenali
mengapa kamu datang kembali? tanya-ku berulang kali
kamu datang kembali membuat-ku berseri-seri
tapi aku tahu kau telah pergi berkali-kali
kedatanganmu mewarnai hari
yang selama ini semu sekali
bunga-bunga ku mekar kembali
pelangi-ku berwarna lagi
tapi setiap kepulanganmu
aku selalu teringat kepergianmu
mungkin aku yang terlalu lugu
dalam ketakutan-ketakutanku
atau memang kau tak selayaknya ditunggu
dan diterima dalam kepulanganmu
berulang kali aku berjanji
aku tak akan kembali padamu
aku terlalu lelah bergelut dengan gelisah
berulang kali pula aku berubah
menjadi dandelion yang tertiup angin
saat kau memanggil namaku
aku ingin pulang katamu
ini usaha terakhirku katamu
fikirkan baik-baik katamu
aku ingin kau kembali
dan tak pergi lagi
namun apa yang kunjung kau beri
kepergianmu lagi dan lagi
lalu kusadari
pulang itu tak berarti kembali
dan pergi belum tentu menghilang
tertuntuk kamu yang berharga
kembali tak pernah mengenal akhir
jikalau ia bertemu akhir
berarti kau tak kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar